Pages

Subscribe:

Labels

Minggu, 06 November 2016

Tugas Tulisan Kewirausahaan


Tugas Tulisan 2
Nama   : Rachmad Persada
NPM   : 37413078
Kelas   : 4ID06

1.      Definisi Franchasing
Franchising menurut Blake & Associates (Blake, 1996), kata franchise berasal dari bahasa Perancis kuno yang berarti bebas. Pada abad pertengahan franchise diartikan sebagai hakutama atau kebebasan (Sewu, 2004, p. 15).
Menurut Queen (1 993:4-5) franchise adalah kegiatan pemberian lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak dan pembayaran royalti.
European Code of Ethics for Franchising memberikan definisi franchise sebagai berikut (European Code of Ethics for Franchising, 1992, p. 3): “Franchise adalah sistem pemasaran barang dan atau jasa dan atau teknologi, yang didasarkan pada kerjasama tertutup dan terus menerus antara pelaku-pelaku independent (maksudnya franchisor dan individual franchisee) dan terpisah baik secara legal (hukum) dan keuangan, dimana franchisor memberikan hak pada individual franchisee, dan membebankan kewajiban untuk melaksanakan bisnisnya sesuai dengan konsep dari franchisor” ( Sewu, 2004, p. 5-6).

Menurut Winarto (1995, p. 19) Waralaba atau franchise adalah hubungan kemitraan yang usahanya kuat dan sukses dengan usahawan yang relatif baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan saling menguntungkan khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen.
1.1    Jenis/ Bentuk Franchasing
Menurut Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk:
A.    Product Franchise
Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari petnernya dengan pembatasan areal.
B.     Processing or Manufacturing Frinchise
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
Suatu bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang mengeloia Mc Donald‘s di Indonesia yang hanya memberi know how pada PT Ramako Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald’s.

C.     Bussiness Format atau System Franchise
Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.
D.    Group Trading Franchise
Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.

1.2              Keunggulan dan Kelemahan Sistem Franchasing
1.2.1    Keunggulan Sistem Franchasing
Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah: “As practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatumerek dan bisnis baru dari awal mula.” Selain itu menurut Rachmadi keunggulan lainnya dari sistem franchise bagi franchisee, antara lain:
A.        Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
B.        Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya. Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, danpemasaran. (Rachmadi, 2007, p. 7-8)

1.2.2    Kelemahan Sistem Franchasing
A.        Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
B.        Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor. (Sukandar, 2004, p. 67)
C.        Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
D.        Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian. (Rachmadi, 2007,p. 9)

2.                  Definisi Multi Level Marketing
Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa pengertian multi level marketing (MLM) identik atau sama dengan sales atau tenaga penjual pada umunya, padahal keduanya berbeda. Saleshanya akan mendapatkan satu keuntungan saja, sedangkan MLM akan mendapatkan keuntungan ganda berupa bonus, seperti bonus eceran, bonus prestasi dan bonus perkembangan, potongan harga, dan incentiveincentive lainnya. 
Salesman konvensional mendapatkan motivasi dari berbagai macam training yang diselenggarakan perusahaan, sedangkan para networker memiliki komunitas yang lebih solid dan sistem pemberdayaan yang lebih canggih. Para upline membuat suatu kelompok dan bertindak sebagai pembimbing downline. Mereka membuat pertemuan-pertemuan reguler, yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan morivasi bagi para anggotan MLM (Dewi, 2004).
Strategi MLM adalah suatu cara atau metode yang dirancang oleh perusahaan untuk menawarkan suatu produk dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, dengan jalan melaksanakan penjualan secara langsung kepada konsumen melalui suatu jaringan yang dikembangkan oleh para distributor lepas. MLM disebut juga dengan network marketing, yang intinya adalah membentuk jaringan bisnis atau pemasaran dan membagi-bagi keuntungan bersama (“Surya”, 1994: 7). Perusahaan yang menggunakan strategi MLM akan mendistribusikan produk-produknya melalui sebuah jaringan yang terdiri dari para pelaku bisnis independent di seluruh dunia secara bebas (Valentine, 2003).

2.1    Jenis/ Bentuk Multi Level Marketing
Berikut ini adalah jenis-jenis dari multi level marketing:
A.    Piramida
Piramida ini adalah bentuk paling jamak dari MLM, dimana seorang mitra memiliki banyak downline/tanpa batas dan semua downline yang ada dalam jaringannya memberikan komisi kepada upline tanpa batasan apapun sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada sang mitra. Umumnya, semakin dalam jarak downline dengan mitra maka besarnya komisi yang diberikan semakin kecil, sehingga pada suatu titik akan mendekati 0.
Piramida memberikan keuntungan pada para mitra-mitra awal, tapi memiliki kecenderungan untuk jenuh pada suatu titik tertentu. Karenanya, sering sekali seorang yang berhasil di MLM Piramida, akan cepat-cepat menyetup perusahaan MLM baru ketika indusri MLM-nya menunjukkan tanda-tanda penurunan.Konsep piramida ini telah banyak dilarang, termasuk di Indonesia (melalui APLI), karena cenderung menguntungkan yang diatas.
B.     Balance/Keseimbangan
Marketing Plan ini muncul pada dasawarsa terakhir, intinya adalah merekrut sejumlah tertentu saja dan menduplikasinya ke dalam. Ada beberapa menyebut dengan konsep binari, karena umumnya keseimbangan diharapkan berbasis dua. Dalam beberapa plan, apabila terjadi keseimbangan kaki kanan dan kaki kiri, maka akan didapatkan sejumlah bonus tertentu. Banyak yang menggemari konsep ini karena bersifat lebih cepat mendapatkan hasil.
C.     Money Game
Konsep ini adalah yang paling berbahaya, melalui konsep marketing plan inilah, banyak orang yang kemudian menjadi begitu antipati ketika mendengar istilah MLM. Cara kerja Money Game biasanya adalah melalui biaya pendaftaran yang sangat besar atau melalui pembelian paket start up dalam jumlah tertentu dengan iming-iming melipatgandakan potensi komisi yang akan diterima. Jumlah uang yang sangat besar untuk pendaftaran itu kemudian sebagian besar akan digunakan sebagai komisi kepada para upline.
Keuntungan konsep MoneyGame, tentu saja keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang sangat cepat, karena begitu anda bisa merekrut orang, maka secara langsung anda akan mendapatkan sejumlah uang tertentu yang berasal dari pendaftaran sang downline tersebut, padahal sang upline belum melakukan pembimbingan apa-apa kepada sang downline.
Karena hal tersebut diataslah, maka para pelaku Money Game kemudian umumnya lebih berkonsentrasi ke bagaimana merekrut sebanyak-banyaknya dan melupakan untuk melakukan pelatihan. Konsep MoneyGame ini oleh APLI dianggap sebagai penipuan, dan jelas-jelas dilarang. Akan tetapi cukup banyak pelaku yang menggunakan konsep ini secara ilegal dan tanpa melewati istitusi APLI.
D.    Breakthrough
Terakhir adalah sistem yang dianut oleh beberapa usaha MLM lainnya yang masih menganut konsep dasar MLM pada masa pertama kali diciptakan, yaitu untuk mengembangakan pemasaran produk melalui konsep jaringan. Marketing plan breaktrough didasarkan pada kinerja dari setiap individu dalam group-nya. Setiap orang dengan pringkatnya masing-masing akan memiliki target tertentu untuk dicapai, sehingga memastikan semua bekerja.
Pada konsep breakthrough, upline wajib untuk membimbing downline dan pada sebuah titik tertentu seorang upline tidak boleh mengklaim keberhasilan downline-nya. Konsep breakthrough umumnya didasarkan pada 3 hal: penjualan pribadi, penjualan group dan penjualan dari group downline langsung yang belum di-break. 
Kelebihan konsep breakthrough adalah terciptanya jaringan yang stabil pada setiap level, dimana masing-masing peringkat mendapatkan kestabilan penjualan dan tentunya penghasilan. Tapi, konsep breakthrough ini cenderung memakan waktu yang lama untuk menunjukkan hasilnya, sehingga membutuhkan konsistensi dan persistensi dari pelaku bisnisnya.
Kesimpulan
Sebuah MLM, sangat mungkin mengaplikasikan satu atau lebih dari konsep-konsep marketing plan diatas. Sebagai calon mitra, kita harus jeli dalam memilih MLM yang tepat untuk kita. Beberapa yang perlu kita cermati adalah:
Pastikan MLM tersebut, memiliki produk yang layak dan bermanfaat, karena ini adalah sebuah bisnis, dan inti dari bisnis adalah penjualan.

Biaya pendaftaran seharusnya tidak terlalu besar dan sesuai dengan apa yang akan kita dapatkan ketika membayar pendaftaran tersebut Periksa marketing plan, adakah kemungkinan munculnya komisi yang sangat besar dari uang pendaftaran
Pastikan bahwa kita mendapatkan jaminan tentang sistem pendidikan/bimbingan dari MLM yang bersangkutan, baik itu untuk proses bisnisnya maupun untuk pengenalan produknya Periksa latar belakang perusahaan MLM yang bersangkutan, permodalan, pertumbuhan bisnis, sertakomitmen kepada mitra dan pelanggannya.

2.2              Keunggulan dan Kelemahan Multi Level Marketing
Pemasaran dengan strategi MLM memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bisnis konvensional. Adapun keunggulan strategi MLM antara lain:
A.        Memperkecil resiko kerugian finansial. Para distributor yang bergabung dengan perusahaan MLM tidak akan terbebani oleh kerugian finansial apabila produk yang mereka tawarkan tidak laku terjual.
B.        Biaya promsi relatif rendah. Biaya promosi dilokasikan sebagai persentase diskon yang diperoleh para distributor dan jaringannya atas volume penjualan mereka. Metode MLM ini cocok bagi perusahaan yang menginginkan saluran distribusi yang efektif dan menghemat biaya iklan.
C.        Investasi relatif rendah. Dengan menggunakan strategi MLM tugas para distributor hanya mempertemukan antara pembeli dengan penjual. Tidak seperti bisnis konvensional dimana untuk memulai suatu usaha seorang produsen harus memiliki modal yang cukup besar sebagai salah satu syarat dalam mmemulai bisnisnya.
D.        Mekanisme kerja relatif sederhana. Untuk dapat menjadi seorang distributor tidak perlu memasukkan lamaran kerja atau menyertakan sejumlah modal. Bagi mereka yang ingin bergabung dengan perusahaan MLM, cukup memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan jiwa kewirausahaan yang tinggi pula. Dengan mekanisme kerja yang sederhana ini diharapkan dapat menarik orang untuk bergabung dengan perusahaan MLM.
E.        Harga produk relatif terjangkau. Pada umumnya perusahaan yang menjual produknya dengan strategi MLM produk-produknya adalah produk impor, meskipun sudah ada beberapa perusahaan dalam negeri yang juga menggunakan strategi ini. Harga produk-produk yang ditawarkan relatif terjangkau dan memiliki kualitas yang tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis.
F.         Komunikasi antar pribadi/hubungan personal. Penjualan langsung yang dilakukan oleh para distributor dengan sentuhan-sentuhan pribadi mereka akan menimbulkan nilai sendiri bagi konsumen. Konsumen yang merasa puas dengan produk dan pelayanan distributor, diharapkan akan melakukan pembelian ulang dan menyebarkannya kepada orang lain. Hal ini akan meningkatkan image perusahaan di mata konsumen.
G.        Tempat kerja atau aktivitas distributor tidak dibatasi oleh wilayah atau daerah. Setiap distributor dalam menjalankan aktivitasnya baik itu menjual produk atau mencari anggota baru, tidak dibatasi oleh daerah operasi, boleh dilakukan dimana saja.
H.        Aktivitas distributor tidak dibatasi oleh waktu. Bagi distributor yang tidak sempat melaksanakan kegiatannya pada jam-jam normal/jam kerja, dapat melaksanakan aktivitasnya pada sore atau malam hari/di luar jam kerja mereka. Bahkan pertemuan-pertemuan antar anggota atau seminar-seminar dilaksanakan pada malam hari yang diharapkan tidak menggangu aktivitas di pagi atau siang hari. Jadi waktu kerjanya relatif luwes, tidak terikat oleh waktu, dan bisa diatur atau ditentukan sendiri oleh distributor.
I.         Dapat dilakukan di rumah sendiri. Kelebihan lain dari strategi MLM adalah aktivitas distributor dapat dilakukan di rumahnya sendiri, sehingga lebih fleksibel karena tidak membutuhkan kantor seperti perusahaan pada umumnya.
J.         Anggota distributor pasip masih bisa mendapatkan penghasilan/bonus. Berbeda dengan bisnis konvensional dimana apabila kita berhenti bekerja maka akan berhenti pula pendapatan kita. Pada bisnis MLM bagi anggota atau distributor yang pasip tidak melakukan aktivitas apapun, masih memungkinkan untuk dapat memperoleh penghasilan/bonus dengan syarat-syarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan MLM. Semakin banyak mensponsori anggota baru, maka semakin besar pula peluang untuk memperoleh pendapatan (“Kabar Kampus”, 1999: 3).

3.        Definisi Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung atau Direct Marketing adalah metode penjualan dimana pengiklan atau penjual mendekati pelanggan potensial secara langsung dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Contoh dari pemasaran langsung ialah penjualan lewat telepon, email diminta atau tidak diminta, dan katalog mail, leaflet, iklan outdoor, brosur dan kupon.
3.1              Bentuk Pemasaran Langsung
Berikut ini bentuk-bentuk pemasaran langsung,sebagai berikut:
A.      Pemasaran Tatap Muka
Pemasaran ini, sebagian besar pemasar bisnis-ke-bisnis sangat bertumpu pada gugus penjualan profesional untuk mencari dan mengunjungi calon pelanggan, menggarapnya sehingga menjadi pelanggan, membangun hubungan yang bertahan lama, dan menumbuhkan bisnis mereka atau mereka mempekerjakan perwakilan dan agen-agen perusahaan untuk menjalankan tugas penjualan langsung.
B.       Pemasaran Jarak Jauh
Pemasaran jarak jauh (telemarketing) merupakan pemasaran yang menggunakan telepon untuk menjual langsung kepada konsumen. Pemasaran melalui telepon kini menyumbang lebih dari 38% dari semua pengeluaran media pemasaran-langsung.
Banyak konsumen menghargai banyak tawaran yang mereka terima melalui telepon. Pemasaran jarak jauh yang didesain dan dibidikkan dengan semestinya memberikan banyak manfaat, yang meliputi kenyamanan pembelian dan peningkatan informasi produk dan jasa. Namun demikian terkadang dalam pemasaran telepon yang tidak diminta (unsolicited telephone marketing) telah mengganggu banyak konsumen yang keberatan atas panggilan telepon sampah (junk phone call). Para pembuat undang-undang di seluruh negeri Amerika memberi tanggapan dengan peraturan yang berkisar dari pelarangan panggilan pemasaran jarak jauh yang tidak diminta pada jam-jam tertentu sampai memberi kesempatan rumah tangga menandatangani daftar “Jangan Ditelefon”.

3.2              Keunggulan dan Kelemahan Pemasaran Langsung
Berikut ini adalah keunggulan dan kelemahan dari pemasaran langsung:
1.        Keuntungan Pemasaran Langsung
A.    Pemasaran langsung dapat diatur waktunya agar bisa menjangkau prospek pada momen yang tepat.
B.     Bahan promosi pemasaran langsung bisa mencapai tingkat readership yang tinggi karena hanya ditujukan pada prospek yang betul-betul berminat.
C.     Pesaing akan lebih kesulitan “membaca” penawaran dan strategi pemasar langsung.
D.    Pemasar dapat mengukur respon atas kampanye mereka untuk menentukan mana yang paling menguntungkan.
E.     Perusahaan yg mengenal betul pelanggannya dapat melakukan kustomisasi produk, penawaran, pesan, cara pengiriman dan pembayaran untuk memaksimalkan daya bujuknya pada pelanggannya.
2.        Kelemahan Pemasaran Langsung
A.    Image factor, artinya Direct marketing yang dilakukan dengan pengiriman surat atau telpon misalnya dapat menimbulkan citra negatif. Ketika seorang pemasar menelpon bolak balik calon konsumen maka calon konsumen merasa terganngu, sehingg perlu kecerdikan khusus dalam melaksankan direct marketing.
B.     Ketepatan, terkadang ketepatan informasi, ketepatan pelayanan dan pengiriman menjadi masalah bagi konsumen terhadap suatu produk/jasa.
C.     Content Support, dalam melakukan Direct Marketingdiperlukan fasilitas dan sarana yang cukup memadai misalnya fasilitas telepon on-line, SDM yang handal dan menguasai informasi suatu produk/jasa dimana perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan fasilitas tersebut.




















Sabtu, 08 Oktober 2016

TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

ANALISIS PELUANG-PELUANG USAHA
TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN


Disusun Oleh:

Kelas                           : 4ID06
Kelompok                   : 4 (Empat)
Anggota Kelompok    : 1. Bayu Andika                     / 31413653
                                                              2. Fachri Lizardi                     / 33413023
                                                              3. Fuad Saputra                     / 33413597
                                                              4. M.Haikal Alhadar             / 35413947
                                                               5. Rachmad Persada               / 37413078
                        Dosen                          : Anggia Paramita Putri Kencana



JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016
Membuat 10 peluang usaha yang ingin dijalankan dan menganalisisnya dengan SWOT. Berikut adalah 10 peluang usaha yang ingin di bnetuk:
No
Identifikasi usaha
Nilai Fungsional
1
Kuliner
Konsumen dapat memanfaatkan menabah fariasi pilihan makanan dan juga sebagai sarana rekreasi. Dapat membuka lahan pekerjaan.
2
Warnet
Membantu konsumen yang tidak memiliki internet dan tidak memiliki perangkat computer unutk mengerjakan tugasnya dan juga dapat menjadi sarana hiburan.
3
Online Shop
Mempermudah konsumen untuk menambatkan barang yang diinginkan tanpa perlu konsumne keluar dari rumah atau meninggalkan aktivitasnya.
4
Rental Mobil
Mempermudah konsumen dalam memakai kendaraan layaknya pribadi tanpa harus membeli dan dapat menggunakan jasa supir ketika ingin berpergian didalam kota maupun luar kot.
5
Laundry
Membantu konsumen dalam mempermudah pekerjan rumahnya. Dapat juga sebagai peluang kerja.
6
Kos-kosan
Mempermudah konsumen untuk mendapatkan hunian yang layak dan murah, khusunya membantu mahasiswa.
7
Parkiran Mobil
Mempermudah masyarakat yang tidak mempunyai lahan parkir.
8
Jasa Percetakan
Membantu masyarakat yang mengnginkan pormosi dalam bentuk fisik, maupun undangan .
9
Warteg
Membantu konsumen untuk mendapatkan makanan
10
Minimarket
Membanu konsumen dalam mendapatkan barang yang dicari dan tidak perlu pergi ke department store atau mall

Berikut adalah penjelasan dari usaha-usaha yang ingin dijalankan :
No
Gagasan usaha
Alasan
1
Kuliner (Restoran atau Café)
Usaha ini dapat dijalankan dengan membangun restoran atau café, dikarenakan masyarakat sekarang yang lebih mementingkan datang ke restoran atau café untuk memenuhi kebutuhannya ( makan ), selain itu restoran atau café sering dijadikan tempat hangout anak-anak muda unutk sekedar mengobrol denga temen dan bersantai. Restoran aatu café dengan konsep yang modern dan nyaman dengan segala fasilitas seperti free wifi sekarang ini banyak dicari. Selain itu dengan dibangunnya restoran dan café dapat membantu membuka lapangan pekerjan juga.
2
Warnet
Dijaman serba teknologi seperti sekarang ini sudah banyak orang yang mempunyai leptop, printer maupun sudah memakai koneksi internet, tetapi usaha warnet ini masih cukup menjanjikan, warnet pada pada saat sekatang ini tidak hanya sekedar untuk mengerjakaan tugas saja. Tetapi sebagai sarana hiburan dengan membangun warnet khusus game online. Usaha warnet ini akan dibangun dengan mengedepankan kenyamana fasilitas untuk bermain game, sehingga menjadi salah satu tempat tujuan utam anak muda penggila game online.
3
Online Shop
Usaha ini sangat menjanjikan karena setiap orang pada sekarang ini sudah tidak mudah lepas dengan gajetnya selalu berselancar dalam dunia maya dan selau inigin mendapatkan kemudahan termasuk membeli barang. Online shop dapat memberikan kemudahan konsumen dalam memberikan kebutuhan yang diinginkan konsumen dengan hanya mencarinya pada gajet mereka. Dan bagi para penjual dalam menjalankan usaha ini tidak harus mengeluarka modal yang besar dan tidak membutuhkan temapat sebagai area penjualan.
4
Rental Mobil
Sekarang ini banyak orang ingin berpergian dengan keluarganya atau eman temannya dan konsumen juag  ingin membawa barang pribadinya dengan jumlah yang banyak tetapi mereak tidak memiliki kendaraan pribadi untuk digunakan. Bisnis rental mobil ini cukup menjanjikan unutk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut. Karena konsumen idak perlu membeli kendaraan sendiri hanya perlu memesan baik dengan supir maupun tanpa supir, hal ini juga lebih baik dibandinga dengan menggunakan jasa tranportasi baik berbasis online maupun tidak. Terutama membuka bisnis ini pada kota-kota pariwisata, karena rata-rata pengunjung yang berasal dari luar kota tidak membawa kendaraanya.
5
Laundry
usaha ini sangat menjanjika karena sekarang ini masyarakat semakin sibuk dan malas unutk mengurusi pakaian kotornya. Terutama pada lingkungan kos yang tidak memiliki alat cuci.
6
Kos-kosan
Kos-kosan sangat dibutuhkan terutama pada lingkungan universitas ternama maupun area perkantoran, kerena kebanyakan mahasiswa maupun karyawan umumnya berasal dari luar kota sehinga membutuhkan tempat tinggal sementara. Bisni ini membutuhkan modal yang banyak tetapi keuntungan yang diperoleh juga cukup menggiurkan.
7
Parkiran Mobil
Pada sekarang ini khususnya dijakarta, masyarakat semakin banyak yang memiliki mobil tetai tidak memiliki lahan untuk parkir kendaraannya, maka dari itu lahan parkir cukup dibutuhi dan penghasilan dari bisnis ini cukup menjanjikan dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.
8
Jasa Percetakan
Semakin banyak orang yang membuat usaha rumahan atau berdagang yang membutuhkan media cetak sebagai pengiklan selain itu acara pernikahan yang selalu membutuhkan undangan cetak untuk member tahukan pernikahaan mereka. Maka dari itu bisnis percetekan masih sangat dibutuhkan.
9
Warteg
Warteg adalah solusi bagi masyarakat yang tidak ingin memasaka dan dengan buget yang sedikit untuk memenuhi kebutuhannya (makan). Bisni  ini lebih cocok dibuka didekat univeritas atau area perkantoran dan kos-kosan, karena para karyawan dan mahasiswa banyak yang ingin memenuhi kebutuhannya dengan harga yang murah
10
Minimarket
Minimarket cukup dibutuhkan oleh para konsumen sebagai tempat membeli kebutuhannya edngan jarak yang ekat dengan lingkungannya. Kendala dari minimarket adalah sudah banyak minimarket ternama yang beredar.
            Setelah melakukan analisis makro seperti tabel diatas, langkah berikutnya adalah melakukan analisis mikro dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternalFaktor internal meliputi penguasaan sumber daya seperti lingkungan, peralatan dan finansial, penguasaan knowledge dan skill, serta penguasaan manajemen dan jejaring sosial. Faktor eksternal meliputi peraturan pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran, persaingan, resiko, dana prospek ekonomi baik lokal, regional, nasional maupun secara global. Berikut ini merupakan analisis mikro yang dilakukan dengan cara memberikan nilai pembobotan dengan skala 1-5.
No
Pertimbangan
Bobot Masing-Masing Gagasan Usaha Berdasrkan Pertimbangan-Pertimbangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
Modal
3
2
5
3
3
2
3
3
4
1
2
Kemampuan
4
4
4
3
4
4
5
2
2
3
3
Permintaan
4
2
4
3
4
5
4
3
4
4
4
Peralatan
3
2
5
4
3
4
4
2
4
2
5
Lingkungan
2
3
5
3
3
2
2
3
4
2
Total Bobot Masing-Masing Gagasan Usaha
16
13
23
16
17
17
18
13
18
12
Prioritas
-
-
1
-
-
-
3
-
2
-
Kriteria Pembobotan :     1 (Tidak Mendukung)
                                        2 (Kurang Mendukung)
                                        3 (Cukup Mendukung)
                                         4 (Mendukung)
                                        5 (Sangat Mendukung)
.

Analisis SWOT
Analisis SWOT atau analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threatment merupakan analisis terhadap kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman. Berikut adalah analisis SWOT untuk usaha yang dipilih yaitu Online Shop, Warteg dan aprkiran mobil:

Analisis SWOT Online Shop
Strength (Kekuatan)
  • Kelebihan Online Shop adalah mudah dalam melakukan usaha tidak butuh tempat yang luas dan biaya yang mahal.
  • Lebih nudah dalam penjualan karena hanya memasarkan produk web-web inline yang tersedia, tidak terlalu banyak biaya promosi, konsumen dapat mencari produk di web-web penjualan yang sudah tersedia.
  • Konsumen dipermudah karena cukup membeli via internet dan barang akan diantarakan ke alamat  konsumen.
Weakness (Kelemahan)
  • Bersaing dengan online shop yang sudah lebih dulu berdiri jika barang yang dipasarkan sama.
  • Lamanya barang sampai ke konsumen.
Opportunities (Peluang)
  • Dekat denga suplayer
  • Harga beli bahan yang murah
Threats (Ancaman)
  • Terkena penipuan konsumen
  • Pengembalian barang yang sering karena produk tidak sampai

Analisis SWOT Warteg
Strength (Kekuatan)
  • Memiliki menu yang berfariasai
  • Makannan yang dijual dari bahan yang segar
  • Harga yang murah dari pada warteg pesaing
  • Lebih bersih dari pada warteg pesaing
Weakness (Kelemahan)
  • Modal yang dimiliki
  • Karyawan yang memiliki skill dalam memasak
Opportunities (Peluang)
  • Dekat dengan area perkanturan dan universitas
  • Dekat dengan pasar
  • Akses pembelian bahan mudah
Threats (Ancaman)
  • Mahalnya harga bahan baku

Analisis SWOT Parkiran Mobil
Strength (Kekuatan)
  • Luas area parkir
  • Area tertutup sehingga tidak terkena hujan dan sinar matahari
  • Bersih
  • Biaya sewa yang muah
Weakness (Kelemahan)
  • Gelap karena kurang pencahayaan
  • Aha yang susah dicari
Opportunities (Peluang)
  • Dekat dengan  rumah penduduk yang padat
Threats (Ancaman)
  • Dapat dibobol maling