Pages

Subscribe:

Labels

Minggu, 06 November 2016

Tugas Tulisan Kewirausahaan


Tugas Tulisan 2
Nama   : Rachmad Persada
NPM   : 37413078
Kelas   : 4ID06

1.      Definisi Franchasing
Franchising menurut Blake & Associates (Blake, 1996), kata franchise berasal dari bahasa Perancis kuno yang berarti bebas. Pada abad pertengahan franchise diartikan sebagai hakutama atau kebebasan (Sewu, 2004, p. 15).
Menurut Queen (1 993:4-5) franchise adalah kegiatan pemberian lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak dan pembayaran royalti.
European Code of Ethics for Franchising memberikan definisi franchise sebagai berikut (European Code of Ethics for Franchising, 1992, p. 3): “Franchise adalah sistem pemasaran barang dan atau jasa dan atau teknologi, yang didasarkan pada kerjasama tertutup dan terus menerus antara pelaku-pelaku independent (maksudnya franchisor dan individual franchisee) dan terpisah baik secara legal (hukum) dan keuangan, dimana franchisor memberikan hak pada individual franchisee, dan membebankan kewajiban untuk melaksanakan bisnisnya sesuai dengan konsep dari franchisor” ( Sewu, 2004, p. 5-6).

Menurut Winarto (1995, p. 19) Waralaba atau franchise adalah hubungan kemitraan yang usahanya kuat dan sukses dengan usahawan yang relatif baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan saling menguntungkan khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen.
1.1    Jenis/ Bentuk Franchasing
Menurut Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk:
A.    Product Franchise
Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari petnernya dengan pembatasan areal.
B.     Processing or Manufacturing Frinchise
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
Suatu bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang mengeloia Mc Donald‘s di Indonesia yang hanya memberi know how pada PT Ramako Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald’s.

C.     Bussiness Format atau System Franchise
Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.
D.    Group Trading Franchise
Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.

1.2              Keunggulan dan Kelemahan Sistem Franchasing
1.2.1    Keunggulan Sistem Franchasing
Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah: “As practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatumerek dan bisnis baru dari awal mula.” Selain itu menurut Rachmadi keunggulan lainnya dari sistem franchise bagi franchisee, antara lain:
A.        Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
B.        Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya. Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, danpemasaran. (Rachmadi, 2007, p. 7-8)

1.2.2    Kelemahan Sistem Franchasing
A.        Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
B.        Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor. (Sukandar, 2004, p. 67)
C.        Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
D.        Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian. (Rachmadi, 2007,p. 9)

2.                  Definisi Multi Level Marketing
Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa pengertian multi level marketing (MLM) identik atau sama dengan sales atau tenaga penjual pada umunya, padahal keduanya berbeda. Saleshanya akan mendapatkan satu keuntungan saja, sedangkan MLM akan mendapatkan keuntungan ganda berupa bonus, seperti bonus eceran, bonus prestasi dan bonus perkembangan, potongan harga, dan incentiveincentive lainnya. 
Salesman konvensional mendapatkan motivasi dari berbagai macam training yang diselenggarakan perusahaan, sedangkan para networker memiliki komunitas yang lebih solid dan sistem pemberdayaan yang lebih canggih. Para upline membuat suatu kelompok dan bertindak sebagai pembimbing downline. Mereka membuat pertemuan-pertemuan reguler, yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan morivasi bagi para anggotan MLM (Dewi, 2004).
Strategi MLM adalah suatu cara atau metode yang dirancang oleh perusahaan untuk menawarkan suatu produk dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, dengan jalan melaksanakan penjualan secara langsung kepada konsumen melalui suatu jaringan yang dikembangkan oleh para distributor lepas. MLM disebut juga dengan network marketing, yang intinya adalah membentuk jaringan bisnis atau pemasaran dan membagi-bagi keuntungan bersama (“Surya”, 1994: 7). Perusahaan yang menggunakan strategi MLM akan mendistribusikan produk-produknya melalui sebuah jaringan yang terdiri dari para pelaku bisnis independent di seluruh dunia secara bebas (Valentine, 2003).

2.1    Jenis/ Bentuk Multi Level Marketing
Berikut ini adalah jenis-jenis dari multi level marketing:
A.    Piramida
Piramida ini adalah bentuk paling jamak dari MLM, dimana seorang mitra memiliki banyak downline/tanpa batas dan semua downline yang ada dalam jaringannya memberikan komisi kepada upline tanpa batasan apapun sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada sang mitra. Umumnya, semakin dalam jarak downline dengan mitra maka besarnya komisi yang diberikan semakin kecil, sehingga pada suatu titik akan mendekati 0.
Piramida memberikan keuntungan pada para mitra-mitra awal, tapi memiliki kecenderungan untuk jenuh pada suatu titik tertentu. Karenanya, sering sekali seorang yang berhasil di MLM Piramida, akan cepat-cepat menyetup perusahaan MLM baru ketika indusri MLM-nya menunjukkan tanda-tanda penurunan.Konsep piramida ini telah banyak dilarang, termasuk di Indonesia (melalui APLI), karena cenderung menguntungkan yang diatas.
B.     Balance/Keseimbangan
Marketing Plan ini muncul pada dasawarsa terakhir, intinya adalah merekrut sejumlah tertentu saja dan menduplikasinya ke dalam. Ada beberapa menyebut dengan konsep binari, karena umumnya keseimbangan diharapkan berbasis dua. Dalam beberapa plan, apabila terjadi keseimbangan kaki kanan dan kaki kiri, maka akan didapatkan sejumlah bonus tertentu. Banyak yang menggemari konsep ini karena bersifat lebih cepat mendapatkan hasil.
C.     Money Game
Konsep ini adalah yang paling berbahaya, melalui konsep marketing plan inilah, banyak orang yang kemudian menjadi begitu antipati ketika mendengar istilah MLM. Cara kerja Money Game biasanya adalah melalui biaya pendaftaran yang sangat besar atau melalui pembelian paket start up dalam jumlah tertentu dengan iming-iming melipatgandakan potensi komisi yang akan diterima. Jumlah uang yang sangat besar untuk pendaftaran itu kemudian sebagian besar akan digunakan sebagai komisi kepada para upline.
Keuntungan konsep MoneyGame, tentu saja keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang sangat cepat, karena begitu anda bisa merekrut orang, maka secara langsung anda akan mendapatkan sejumlah uang tertentu yang berasal dari pendaftaran sang downline tersebut, padahal sang upline belum melakukan pembimbingan apa-apa kepada sang downline.
Karena hal tersebut diataslah, maka para pelaku Money Game kemudian umumnya lebih berkonsentrasi ke bagaimana merekrut sebanyak-banyaknya dan melupakan untuk melakukan pelatihan. Konsep MoneyGame ini oleh APLI dianggap sebagai penipuan, dan jelas-jelas dilarang. Akan tetapi cukup banyak pelaku yang menggunakan konsep ini secara ilegal dan tanpa melewati istitusi APLI.
D.    Breakthrough
Terakhir adalah sistem yang dianut oleh beberapa usaha MLM lainnya yang masih menganut konsep dasar MLM pada masa pertama kali diciptakan, yaitu untuk mengembangakan pemasaran produk melalui konsep jaringan. Marketing plan breaktrough didasarkan pada kinerja dari setiap individu dalam group-nya. Setiap orang dengan pringkatnya masing-masing akan memiliki target tertentu untuk dicapai, sehingga memastikan semua bekerja.
Pada konsep breakthrough, upline wajib untuk membimbing downline dan pada sebuah titik tertentu seorang upline tidak boleh mengklaim keberhasilan downline-nya. Konsep breakthrough umumnya didasarkan pada 3 hal: penjualan pribadi, penjualan group dan penjualan dari group downline langsung yang belum di-break. 
Kelebihan konsep breakthrough adalah terciptanya jaringan yang stabil pada setiap level, dimana masing-masing peringkat mendapatkan kestabilan penjualan dan tentunya penghasilan. Tapi, konsep breakthrough ini cenderung memakan waktu yang lama untuk menunjukkan hasilnya, sehingga membutuhkan konsistensi dan persistensi dari pelaku bisnisnya.
Kesimpulan
Sebuah MLM, sangat mungkin mengaplikasikan satu atau lebih dari konsep-konsep marketing plan diatas. Sebagai calon mitra, kita harus jeli dalam memilih MLM yang tepat untuk kita. Beberapa yang perlu kita cermati adalah:
Pastikan MLM tersebut, memiliki produk yang layak dan bermanfaat, karena ini adalah sebuah bisnis, dan inti dari bisnis adalah penjualan.

Biaya pendaftaran seharusnya tidak terlalu besar dan sesuai dengan apa yang akan kita dapatkan ketika membayar pendaftaran tersebut Periksa marketing plan, adakah kemungkinan munculnya komisi yang sangat besar dari uang pendaftaran
Pastikan bahwa kita mendapatkan jaminan tentang sistem pendidikan/bimbingan dari MLM yang bersangkutan, baik itu untuk proses bisnisnya maupun untuk pengenalan produknya Periksa latar belakang perusahaan MLM yang bersangkutan, permodalan, pertumbuhan bisnis, sertakomitmen kepada mitra dan pelanggannya.

2.2              Keunggulan dan Kelemahan Multi Level Marketing
Pemasaran dengan strategi MLM memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bisnis konvensional. Adapun keunggulan strategi MLM antara lain:
A.        Memperkecil resiko kerugian finansial. Para distributor yang bergabung dengan perusahaan MLM tidak akan terbebani oleh kerugian finansial apabila produk yang mereka tawarkan tidak laku terjual.
B.        Biaya promsi relatif rendah. Biaya promosi dilokasikan sebagai persentase diskon yang diperoleh para distributor dan jaringannya atas volume penjualan mereka. Metode MLM ini cocok bagi perusahaan yang menginginkan saluran distribusi yang efektif dan menghemat biaya iklan.
C.        Investasi relatif rendah. Dengan menggunakan strategi MLM tugas para distributor hanya mempertemukan antara pembeli dengan penjual. Tidak seperti bisnis konvensional dimana untuk memulai suatu usaha seorang produsen harus memiliki modal yang cukup besar sebagai salah satu syarat dalam mmemulai bisnisnya.
D.        Mekanisme kerja relatif sederhana. Untuk dapat menjadi seorang distributor tidak perlu memasukkan lamaran kerja atau menyertakan sejumlah modal. Bagi mereka yang ingin bergabung dengan perusahaan MLM, cukup memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan jiwa kewirausahaan yang tinggi pula. Dengan mekanisme kerja yang sederhana ini diharapkan dapat menarik orang untuk bergabung dengan perusahaan MLM.
E.        Harga produk relatif terjangkau. Pada umumnya perusahaan yang menjual produknya dengan strategi MLM produk-produknya adalah produk impor, meskipun sudah ada beberapa perusahaan dalam negeri yang juga menggunakan strategi ini. Harga produk-produk yang ditawarkan relatif terjangkau dan memiliki kualitas yang tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis.
F.         Komunikasi antar pribadi/hubungan personal. Penjualan langsung yang dilakukan oleh para distributor dengan sentuhan-sentuhan pribadi mereka akan menimbulkan nilai sendiri bagi konsumen. Konsumen yang merasa puas dengan produk dan pelayanan distributor, diharapkan akan melakukan pembelian ulang dan menyebarkannya kepada orang lain. Hal ini akan meningkatkan image perusahaan di mata konsumen.
G.        Tempat kerja atau aktivitas distributor tidak dibatasi oleh wilayah atau daerah. Setiap distributor dalam menjalankan aktivitasnya baik itu menjual produk atau mencari anggota baru, tidak dibatasi oleh daerah operasi, boleh dilakukan dimana saja.
H.        Aktivitas distributor tidak dibatasi oleh waktu. Bagi distributor yang tidak sempat melaksanakan kegiatannya pada jam-jam normal/jam kerja, dapat melaksanakan aktivitasnya pada sore atau malam hari/di luar jam kerja mereka. Bahkan pertemuan-pertemuan antar anggota atau seminar-seminar dilaksanakan pada malam hari yang diharapkan tidak menggangu aktivitas di pagi atau siang hari. Jadi waktu kerjanya relatif luwes, tidak terikat oleh waktu, dan bisa diatur atau ditentukan sendiri oleh distributor.
I.         Dapat dilakukan di rumah sendiri. Kelebihan lain dari strategi MLM adalah aktivitas distributor dapat dilakukan di rumahnya sendiri, sehingga lebih fleksibel karena tidak membutuhkan kantor seperti perusahaan pada umumnya.
J.         Anggota distributor pasip masih bisa mendapatkan penghasilan/bonus. Berbeda dengan bisnis konvensional dimana apabila kita berhenti bekerja maka akan berhenti pula pendapatan kita. Pada bisnis MLM bagi anggota atau distributor yang pasip tidak melakukan aktivitas apapun, masih memungkinkan untuk dapat memperoleh penghasilan/bonus dengan syarat-syarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan MLM. Semakin banyak mensponsori anggota baru, maka semakin besar pula peluang untuk memperoleh pendapatan (“Kabar Kampus”, 1999: 3).

3.        Definisi Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung atau Direct Marketing adalah metode penjualan dimana pengiklan atau penjual mendekati pelanggan potensial secara langsung dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Contoh dari pemasaran langsung ialah penjualan lewat telepon, email diminta atau tidak diminta, dan katalog mail, leaflet, iklan outdoor, brosur dan kupon.
3.1              Bentuk Pemasaran Langsung
Berikut ini bentuk-bentuk pemasaran langsung,sebagai berikut:
A.      Pemasaran Tatap Muka
Pemasaran ini, sebagian besar pemasar bisnis-ke-bisnis sangat bertumpu pada gugus penjualan profesional untuk mencari dan mengunjungi calon pelanggan, menggarapnya sehingga menjadi pelanggan, membangun hubungan yang bertahan lama, dan menumbuhkan bisnis mereka atau mereka mempekerjakan perwakilan dan agen-agen perusahaan untuk menjalankan tugas penjualan langsung.
B.       Pemasaran Jarak Jauh
Pemasaran jarak jauh (telemarketing) merupakan pemasaran yang menggunakan telepon untuk menjual langsung kepada konsumen. Pemasaran melalui telepon kini menyumbang lebih dari 38% dari semua pengeluaran media pemasaran-langsung.
Banyak konsumen menghargai banyak tawaran yang mereka terima melalui telepon. Pemasaran jarak jauh yang didesain dan dibidikkan dengan semestinya memberikan banyak manfaat, yang meliputi kenyamanan pembelian dan peningkatan informasi produk dan jasa. Namun demikian terkadang dalam pemasaran telepon yang tidak diminta (unsolicited telephone marketing) telah mengganggu banyak konsumen yang keberatan atas panggilan telepon sampah (junk phone call). Para pembuat undang-undang di seluruh negeri Amerika memberi tanggapan dengan peraturan yang berkisar dari pelarangan panggilan pemasaran jarak jauh yang tidak diminta pada jam-jam tertentu sampai memberi kesempatan rumah tangga menandatangani daftar “Jangan Ditelefon”.

3.2              Keunggulan dan Kelemahan Pemasaran Langsung
Berikut ini adalah keunggulan dan kelemahan dari pemasaran langsung:
1.        Keuntungan Pemasaran Langsung
A.    Pemasaran langsung dapat diatur waktunya agar bisa menjangkau prospek pada momen yang tepat.
B.     Bahan promosi pemasaran langsung bisa mencapai tingkat readership yang tinggi karena hanya ditujukan pada prospek yang betul-betul berminat.
C.     Pesaing akan lebih kesulitan “membaca” penawaran dan strategi pemasar langsung.
D.    Pemasar dapat mengukur respon atas kampanye mereka untuk menentukan mana yang paling menguntungkan.
E.     Perusahaan yg mengenal betul pelanggannya dapat melakukan kustomisasi produk, penawaran, pesan, cara pengiriman dan pembayaran untuk memaksimalkan daya bujuknya pada pelanggannya.
2.        Kelemahan Pemasaran Langsung
A.    Image factor, artinya Direct marketing yang dilakukan dengan pengiriman surat atau telpon misalnya dapat menimbulkan citra negatif. Ketika seorang pemasar menelpon bolak balik calon konsumen maka calon konsumen merasa terganngu, sehingg perlu kecerdikan khusus dalam melaksankan direct marketing.
B.     Ketepatan, terkadang ketepatan informasi, ketepatan pelayanan dan pengiriman menjadi masalah bagi konsumen terhadap suatu produk/jasa.
C.     Content Support, dalam melakukan Direct Marketingdiperlukan fasilitas dan sarana yang cukup memadai misalnya fasilitas telepon on-line, SDM yang handal dan menguasai informasi suatu produk/jasa dimana perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan fasilitas tersebut.




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar